SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KIM NAWALA. WEBBLOG INI MEMBERIKAN INFORMASI KEPADA ANDA SEPUTAR KABUPATEN LUMAJANG DENGAN SEGALA KEBERAGAMANNYA
Home » » PEMBANGUNAN INDUSTRI BERBASIS PEDESAAN

PEMBANGUNAN INDUSTRI BERBASIS PEDESAAN

Written By Unknown on Selasa, 10 Maret 2015 | 21.26



PEMBANGUNAN INDUSTRI BERBASIS PEDESAAN


Pembangunan adalah suatu proses modernisasi yang menyangkut pada perubahan dalam sikap mental dan peningkatan kemampuan masyarakat untuk membuka diri terhadap berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dari Teknologi yang sederhana dan konservatif sampai kepada teknologi yang tinggi. Ini berarti bahwa peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sarana penting untuk mempercepat proses pembangunan.



Sebenarnya ilmu pengetahuan dan teknologi dapat kita peroleh dari lingkungan sekitar, ataupun mengadopsi teknologi dari luar negeri dalam suatu pandangan yang sistematis. Apabila ilmu pengetahuan bersifat universal, maka teknologi yang diterapkan haruslah bersifat khas yaitu sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat  pada waktu tertentu.




Sehingga, pembangunan memerlukan penerapan ilmu pengetahuan yang mutakhir, namun teknologi harus dapat melembaga di dalam masyarakat. Salah satu ciri khas yang terpenting dari teknologi tepat guna seperti yang dicantumkan dalam GBHN ialah padat karya, yaitu yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar.



Penelitian, pengembangan, percobaan serta sosialisasi teknologi tepat guna merupakan suatu rangkaian kegiatan yang berkelanjutan dan saling berkaitan satu sama lainnya. Ini berarti bahwa teknologi tepat guna yang diterapkan bagi pembangunan di Pedesaan merupakan paduan proses politik, ekonomi, sosial dan budaya, di samping proses teknologi itu sendiri.



Seperti telah diketahui sedikit-dikitnya, 81,20% masyarakat Indonesia bermukim dan berusaha di pedesaan. Dari prosentase tersebut lebih 63% dari rakyat Indonesia bekerja dan menggantungkan hidup dari pada sumber penghidupan di pedesaan. Oleh karena itu teknologi tepat guna sering diartikan  dengan teknologi pedesaan.




Maka dari itu, semangat yang harus mendasari upaya penerapan teknologi tepat guna di pedesaan, adalah semangat untuk memodernkan dan memajukan masyarakat pedesaan tanpa harus kehilangan identitasnya, tanpa harus kehilangan tradisi dan cara hidupnya. Maksud penerapan teknologi tepat guna adalah untuk dapat membiasakan masyarakat pedesaan menggunakan teknologi tepat guna, mengenal teknologi baru, termasuk yang modern, untuk lebih menyempurnakan pengetahuan dan nilai-nilai tradisionalnya, agar keutuhan kehidupan di desa dapat diamankan, sambil dapat dilancarkan industrialisasi yang dengan segala manfaat dan kerugiannya, sehingga dapat membawa masyarakat termasuk lingkungan pedesaan pada taraf hidup yang lebih tinggi.



Potensi yang terbesar adalah sumber daya manusia dengan segala rekadayanya untuk dapat menguasai teknologi,  guna memanfaatkan sumber kekayaan alam yang tersedia itu. Membangun untuk kepentingan masyarakat, demikian pula teknologi. Dengan penerapan ilmu pengetahuan dalam pembangunan, maka harus melihat masyarakat sebagai dasar dan sekaligus modal pembangunan.



Sebagian besar dari sumber kekayaan alam Indonesia belum terjamah oleh tangan bangsa Indonesia sendiri. Selain itu besarnya penduduk di daerah tersebut dapat merupakan suatu potensi yang berguna bagi pembangunan akan tetapi sekaligus juga bisa merupakan beban berat bagi pembangunan, apabila kita tidak pandai-pandai memanfaatkannya.

Perlunya upaya penerapan teknologi tepat guna di pedesaan barangkali akan tampak lebih jelas jika dilihat bahwa pada setiap masyarakat, umumnya akan muncul satu keinginan pada masyarakat pedesaan untuk bergerak menuju kota atau ibukota, mencoba mencari pekerjaan di sektor industri. Karena sektor pertanian pada suatu saat tertentu tidak lagi mampu memberikan pekerjaan dan penghasilan yang cukup bagi penduduk desa. Ini berarti bahwa sektor industri akan lebih banyak lagi menyerap tenaga kerja yang berasal dari lingkungan pedesaan. Selanjutnya, muncul masalah baru, yaitu tidak terwujudnya pembangunan di pedesaan, karena sebagian besar Desa telah ditinggalkan oleh penghuninya pada usia produktif untuk urban ke kota atau kawasan industri.



Karena sumber mata pencaharian pokok di pedesaan adalah pertanian, dan karena usaha pertanian sangat dibatasi oleh lingkungannya, maka para pekerja yang berasal dari desa cenderung mempunyai adat-istiadat dan kebiasaan hidup sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lainnya, sesuai dengan lingkungannya masing-masing. Padahal, kehidupan di kota, di sektor industri dan sektor jasa dilandaskan pada prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan yang cenderung bersifat lebih universal. Dan benturan antara kedua macam cara dan kebiasaan hidup ini dapat menimbulkan keretakan dalam keharmonisan bekerja dan berusaha, yang jika tidak segera dicegah dapat berakibat pada konflik horizontal.



Gejala pertama yang perlu diperhatikan ialah tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, pola penyebaran penduduk yang pincang antara Desa dan kota, Gejala selanjutnya ialah rendahnya tingkat produktivitas, rendahnya tingkat pendapatan, tidak meratanya pembagian pendapatan, rendahnya gizi, banyaknya pengangguran, rendahnya tingkat pendidikan formal dan melek huruf, dan Kesemuanya itu menciptakan apa yang dinamakan munculnya kemiskinan dan baru. Tidak dapat diragukan lagi bahwa untuk merubah suatu potensi menjadi suatu kenyataan dan ke luar dari dilema di atas, diperlukan input teknologi, ketrampilan teknis, ketrampilan manajemen yang disertai kerja keras, disiplin tinggi dan perubahan sikap mental bangsa.

KIM Nawala Kecamatan Tempeh  Kabupaten Lumajang
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

SEKRETARIAT

Kantor Kecamatan Tempeh
Jl. Raya Tempeh-Pasirian 67371
Desa Tempeh Tengah Kec. Tempeh
Kabupaten Lumajang

Email :
nawala.kim@gmail.com

Contact Person:
Cipto Adhy (085749337477)
Yongky (085646210701)
Khaidar (082132085297)

AYO GERAKKAN 3M PLUS

AYO GERAKKAN 3M PLUS
Mari Galakkan SISKAMLING DB

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. (KIM) NAWALA - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template