SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KIM NAWALA. WEBBLOG INI MEMBERIKAN INFORMASI KEPADA ANDA SEPUTAR KABUPATEN LUMAJANG DENGAN SEGALA KEBERAGAMANNYA
Home » » Narkoba sebagai bagian dari Proxy war

Narkoba sebagai bagian dari Proxy war

Written By Unknown on Minggu, 03 Mei 2015 | 22.02



NARKOBA SEBAGAI BAGIAN DARI PROXY WAR



Penyalah gunaan Narkoba di Indonesia diyakini memiliki keterkaitan dengan strategi Proxy War. Hal tersebut dilakukan untuk merusak generasi muda Indonesia sehingga bangsa Indonesia dimasa depan tidak memiliki generasi yang berkualitas tinggi.
Direktur Diseminasi Informasi Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Drs. Gun Gun Siswadi. M.Si mengatakan bahwa “ kalau korupsi korbannya adalah ekonomi dan uang negara yang dicuri, sementara terorisme adalah nyawa orang yang tidak berdosa, sedangkan kejahatan narkotika adalah generasi yang hilang atau Lost generation “.


 Peredaran narkoba di Indonesia sudah merajalela dengan berbagai bentuk dan sampai ke daerah perbatasan serta pelosok pedalaman. Pada bulan November tahun lalu, pabrik narkoba Red Ice yang membungkus narkoba dalam bentuk permen karet berhasil dibongkar aparat berwajib di apartemen kawasan sunter dan tamansari, jakarta. (http://dedihumas.bnn,go.id/read/section/berita/2013/11/19/808.) Dari 16 orang tersangka, empat diantaranya warga negara asing. Pada bulan mei, seorang aparat juga ditemukan tewas di Diskotik Stadium, tamansari, Jakarta Barat, karena overdosis narkob. Dan hasil penggerebekan pasca kejadian tersebut Polisi menyita sedikitnya 45.000 butir pil ekstasi berikut 600 gram sabu dan 55 butir happy five yang tersimpan didalam loker karyawan. Dan masih banyak lagi tempat-tempat hiburan malam, rumah makan dan tempat rekreasi yang menjadi pusat peredaran narkoba. Seakan akan aparat berwajib tak kuasa mengendalikan derasnya peredaran obat-obatan terlarang di Indonesia.

Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat prevalensi yang tinggi memang merupakan pasar yang sangat menarik dan menguntungkan bagi bandar narkoba yang umumnya merupakan sindikat internasional. Jika diakhir abad -20 Indonesia masih berstatus sebagai negara transit, maka kini Indonesia sudah beralih menjadi negara konsumen.

 Pemakai narkoba menurut data BNN mengalami kenaikan dari 1,5% penduduk pada tahun 2005, menjadi 2,6% di tahun 2013. Dan diperkirakan akan mencapai 2,8% di tahun 2015, yang artinya lebih dari 5,1 juta penduduk Indonesia menyalah gunakan narkoba. Selain itu angka kematian tiap tahun akibat narkoba berada pada kisaran 15.000 jiwa ( http :www.pelita.or.id./baca.php.id=38512). Fakta fakta diatas sangat memprihatinkan dan dapat menghancurkan generasi muda untuk jangka panjang. Narkoba telah menyerang secara masif  mulai dari kalangan eksekutif muda sampai dengan anak sekolah. Melalui konspirasi internasional, generasi muda Indonesia tanpa sadar dapat dihancurkan tanpa harus menggunakan kekuatan bersenjata. Aparat pemerintah pun sampai saat ini masih kewalahan untuk mencegah dan menguranginya.

Disampaikan oleh : Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, pada forum silaturahmi GM-FKPPI di
                                   Hotel  Singhasari – Kota Batu Jatim       
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. (KIM) NAWALA - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template